Cari Blog Ini

Kamis, 29 Agustus 2013

BELAJAR DARI SEMUT

Bentuknya kecil, bergerombol, berbaris, bekerja sama, dan bila dalam keadaan bahaya menyerang. Itulah semut, jenis serangga yang menarik buat saya, meskipun bisa dijumpai dimana mana tapi kehidupan semut membuat saya ingin menjadi kecil dan berbaur dengannya.
Menurut wikipedia, semut adalah semua serangga anggota suku Formicidae, bangsaHymenoptera. Semut memiliki lebih dari 12.000 jenis (spesies), sebagian besar hidup di kawasan tropika. Sebagian besar semut dikenal sebagai serangga sosial, dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur beranggotakan ribuan semut per koloni. Anggota koloni terbagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Dimungkinkan pula terdapat kelompok semut penjaga. Satu koloni dapat menguasai daerah yang luas untuk mendukung kehidupan mereka. Koloni semut kadangkala disebut "superorganisme" karena koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.
 
Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif kecil, semut termasuk hewan terkuat di dunia. Semut jantan mampu menopang beban dengan berat lima puluh kali dari berat badannya sendiri, dapat dibandingkan dengan gajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua kali dari berat badannya sendiri. Semut hanya tersaingi oleh kumbang badak yang mampu menopang beban dengan berat 850 kali berat badannya sendiri.
Asam format disebut juga "asam semut" karena semut menghasilkan asam ini sebagai alat pertahanan diri.

 
Ada beberapa filosofi semut yang membuat saya tertarik terhadap hewan kecil ini, yaitu :
  1.  Semut hidup dalam koloni koloni, dalam koloni itu terdiri dari ratusan, ribuan hingga jutaan individu. Setiap semut menjalankan kewajiban masing masing dengan baik tanpa keluh tanpa lelah.
  2. Setiap semut bekerja keras untuk mendapatkan makanannya, bagaimanapun resiko yang dihadapinya, bisa dibayangkan ketika semut menghisap air susu dalam gelas, padahal hal itu membahayakan jiwanya yang bisa tenggelam dengan cairan tersebut.
  3. Semut selalu bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan, ringan sama dijinjing berat sama dipikul. Bagaimana beratnya sebutir nasi yang besarnya 10 kali lipat ukuran tubuhnya. Bila dia angkut sendiri, mungkin dia harus menyewa alat berat, atau menyerah. Tapi dengan kebersamaan, dia dan kawan kawannya membawa sebutir nasi tersebut berliku liku berjalan ke sarangnya.
  4. Semut saling peduli terhadap sesama, saling bertegur sapa antar sesama bila bertemu. Tanpa membedakan dia kecil atau besar,
  5. Semut pantang menyerah, dia tidak mengeluh, berbagai cara dia lakukan agar tujuannya tercapai. Saya pernah menyimpan gula dalam topples dan ditutup rapat, dan saya pikir aman. Tapi ternyata semut bisa menembusnya dan masuk kedalam gula tersebut. Bila Anda menghalang-halangi dan berusaha menghentikan langkah para semut, mereka selalu akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke bawah atau mengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar. Suatu filosofi yang bagus, bukan? Jangan sekali-kali menyerah untuk menemukan jalan menuju tujuan Anda.
  6. Semut menganggap tiap hari adalah musim panas, bekerja bekerja bekerja. Selama musim dingin, semut mengingatkan dirinya sendiri, “Musim dingin takkan berlangsung selamanya. Segera kita akan melalui masa sulit ini.” Maka ketika hari pertama musim semi tiba, semut-semut keluar dari sarangnya. Dan bila cuaca kembali dingin, mereka masuk lagi ke dalam liangnya. Lalu, ketika hari pertama musim panas tiba, mereka segera keluar dari sarangnya. Mereka tak dapat menunggu untuk keluar dari sarang mereka.
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar